Rabu, 11 April 2012

Mandeg Skripsi, Karena Malas atau Buntu Tiada Ide?

Skripsi....
lagi lagi skripsi.
sesuatu yang harus dikerjakan dan diselesaikan agar segera lulus. Harus alias Wajib!!

dan kini, di tengah-tengah kegalauan mengerjakan skripsi pertanyaan yang selalu terlontar dari orang-orang yang menaruh perhatian dan sayang adalah "udah sampe mana?, udah mpe bab berapa skripsinya?." Dan pertanyaan lain seputar skripsi.

Huahh.. capek mengahadapi pertanyaan setipe. capek mental, capek hati, dan capek pikiran.
Kalau seperti ini rasanya ingin sekali aku menenggelamkan kepala di dalam bantul atau karung agar tak ada yang melihat bahwa hatiku berkecamuk dan mukaku bertambah jelek kala ada orang tercinta yang menanyakan  perihal kemajuan skripsi.
Aduh biyung... maafkan anakmu ini..

Jujur, aku tak tau apa permasalahannya diri ini tak segera menyelesaikan tugas akhir. padahal proposal udah diterima, dosen pembimbing udah punya, dua lagi. kurang apa sih???

saya punya cerita, ini cerita nyata tapi sedikit mungkin ada renovasi cerita.

"Cenung, kamu kan sudah punya data, kemaren sudah terjun ke lapangan buat wawancara." tanya seorang kawan.
"iya, kenapa?" tanya Cenung dengan sewot.
"kenapa tidak segera dikerjakan?" tanyanya
"ini proses." jawabku sekenanya.


Dan benar, Cenung mengolah datanya. sibuk mendengarkan rekaman lalu mengetik apa yang di dengar. Tapi itu tak tahan lama. Penyakitnya kambuh, adalah males. Tergoda ngobrol, tergoda jalan, tergoda entah ke mana.

lalu, beberaa minggu kemudian orang tuanya yang ada di jauh sana menelepon bertanya kabar dan ujung-ujungnya adalah menanyakan skripsi.

"Nduk, piye kabare?" tanya ibu dengan suara khasnya yang lumayan merdu.
"Sae, buk.. la ibuk kaleh bapak pripon kabare?" tanya Cenung basa-basi.
"Yo apek, nduk. duwite iseh kan?" ibu menambahi
"Teseh, buk." jawab Cenung.

Obrolan mengalir kesana-kemari, menceritakan hal-hal dari A-Z, dari yang terpenting hingga paling gak penting, dari hal ngeri hingga hal yang super gokil. Nmaun akhir ceritapun sang ibu tetap menanyakan hal yang ditakutkan sang anak.

"La Skripsine piye, nok? wes di tumpuk?" tanya ibu dengan nada tiada dosa.
Skripsi kok ditumpuk. emang PR? batin Cenung mulai menggrundel. namun, Cenung yang anak baik tetap menjawab dengan beragam variasi jawaban.
"Dereng, buk. niki teseh ngolah data. mangke nek mpon rampung juga ditumpuk. lagian terkadanang dosene ki ya sibuk kok buk. dadi kudu ndamel janji riyen kaleh dosen." jawab Cenung sambil menggigit bibir yang tak sakit.

Lagi-lagi alasan... mau samapi kapan kamu beralasan ini -itu dengan orang-orang terkasih, Cenung?????
Ini sudah bulan apa? Coba sejenak tengok timeline-mu yang kamu lampirkan di proposal.

Bagaiman?????

Astagfirullah..... ternyata saya sudah meninggalkah banyak hal.
tahukan anda???

Inilah timeline saya (sengaja saya sertakan agar saya bisa terpacu jadi lebih giat. mohon diingatkan ya buat teman-teman yang udah baca). Timeline ini merupakan rencana saya, kalau bisa tepat syukur Alhamdulillah, tapi kalo mundur, yah namanya juga manusia.... tapi saya mohon dukungan dan doa dari teman-teman agar saya bisa segera menyelesaikan tugas akhir saya. Amin.....

Lampiran : TIME SCHEDULE PELAKSANAAN PROGRAM

Tabel 1, time schedule pelaksanaan program
No
Kegiatan
Waktu Pelaksanaan


Januari
Februari
Maret
April
Mei
Juni
Juli
Agustus


I
II
III
IV
I
II
III
IV
I
II
III
IV
I
II
III
IV
I
II
III
IV
I
II
III
IV
I
II
III
IV
I
II
III
1
Pengadaan prasarana































2
Penentuan lokasi































3
Studi pustaka































4
Wawancara I































5
Wawancara 2































6
Wawancara 3































7
Wawancara 4































8
Wawancara 5































9
Pengolahan data































10
Penyusunan skripsi































11
Ujian Pendadran































12
Revisi































13
Wisuda

































Sedangkan sekarang sudah bulan apa??? dan saya masih berkutat dengan transkrip + menerjemahkan data.
Bisakah saya mengejar target saya???
Dan bagaimana saya mengejar ketertinggalan saya??????

Tuhan... KepadaMu hamba memohon....
dan teman.... mari kita saling memberi semangat....
agar tugas kita bisa segera selesai dan kita semua bisa lulus bersama, sukses dalam bidang kita masing-masing... amin....


Semangat.....
Yakin, Tuhan (Allah) selalu bersama kita,





Rabu, 22 Februari 2012

SKRIPSI, SEMESTER AKHIR, MOMOK MENGERIKAN BAGI MAHASISWA, BENARKAH?


Timur,
tenggara,
selatan,
barat daya,
barat,
barat laut,
utara,
timur laut.

Itulah arah mata angin yang diketahui semua orang dan sering dinyanyikan oleh anak-anak.
Dan itulah kemana arah kaki melangkah, setiap saat (lalu, apa hubungannya?). Jelas ada hubungannya dengan kehidupan dan tulisan gak jelas ini.
Kawan, tahukah kalian. Ini adalah awal perjuangan di akhir semester.
Setelah melewati  7 semester atau 3,5 tahun untuk berjuang dalam masa-masa kuliah yang normal, kini masuklah saya dalam masa semester akhir, yakni semester 8 (jalan mencapai 4 tahun masa kuliah). Nah, otomatis, seperti adat mahasiswa yang lalu dan atauran-aturan akademik secara umum, untuk bisa lulus dan wisuda maka saya harus menyelesaikan tugas akhir, yaitu SKRIPSI.
Nah, inilah awal hidupku.
Awal aku membuka mata bagaimana proses sesungguhnya membuat skripsi.
Dan sungguh, banyak proses yang aku lewati. Dari mencari ide, topik permasalahan, tanya-tanya sama senior, konsul sama dosen, hingga aku harus menuangkan ke dalam bentuk tulisan, yang awalnya berupa proposal. Tidak hanya berhenti sampai disini, proses selanjutnya adalah SEMINAR PROPOSAL. Yihi.... ini tampak menakutkan, tapi nyatanya tak seseram yang aku bayangkan... :-P.
Selanjutnya, revisi sana-sini, tanya dosen, sampai akhirnya proposal dianggap cantik dan siap untuk dimasukkan jurusan... Maka, berdoalah anda dalam penantian semoga proposal diterima dan mendapat dosen sesuai harapan.hehehe...
Capek tapi menyenangkan kala itu semua dinikmati.
Mumet tapi sangat seru jika itu semua dinikmati.
Sangat menantang!!
Lalu, dimana sebenarnya susahnya tugas akhir itu? (pertanyaan sombong nan gaya ne..:-P)
Memang, Skripsi itu harusnya tidak susah-susah amat, tapi juga tidak mudah-mudah banget. Nah, terus gimana??
Mungkin, semua tergantung diri kita masing-masing dalam menyikapi dan mengerjakannya.
Entah itu momok ataupun hal yang menakutkan bagi mahasiswa tingkat akhir,
Yang pasti, Nyekripsi itu harus di jadikan cerita seru dan menarik,
Seru bersama suka dan duka,
Seru bersama kisah kasih nyekripsi,
Seru bersama nelangsanya nyekripsi.

Selamat berjuang, sobat.....
Semangat berjuang, kawan....
Semoga sukses,
Dan semoga mendapat ilmu yang bermanfaat...
Salam kasih Semangat ;-)